Suasana Peserta Saat Memperagakan Bahasa Isyarat

Suasana Peserta Saat Memperagakan Bahasa Isyarat

Esaunggul.ac.id, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi Universitas Esa Unggul menggelar acara Teman Tuli : Get To Know The Deaf World, Hear me and Fell me” di ruang 811, Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat, Rabu (16/10). Dalam acara tersebut sejumlah pembicara dihadirkan untuk memberikan materi terkait dunia Tuli kepada para peserta seminar. Salah satu pembicara yang dihadirkan dalam acara tersebut ialah Muhammad Andika Panji, Anggota Komunitas Gerkatin Bidang Kepemudaan sekaligus mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul.
Panji sebagai Narasumber seminar

Panji sebagai Narasumber seminar

Dalam materinya, panji menjelaskan  tentang pendidikan inklusif Tuli, Budaya Tuli & kebutuhan komunikasi Tuli. Menurutnya di Indonesia, saat ini sejumlah fasilitas untuk penyandang tuli telah banyak ditingkatkan terutama kota-kota besar.  Selain itu, masyarakat saat ini pun sudah sangat aware kepada penyandang tuli hal ini dapat terlihat dari sejumlah gerakan dan komunitas Tuli yang berkembang.

“Untuk itu literasi bagi penyandang Tuli perlu ditingkatkan terutama di kalangan generasi milenial yang saat ini sangat digital, Literasi ini dapat di lakukan menggunakan medsos maupun aplikasi-aplikasi yang membantu teman-teman tuli,” ucapnya.
Saat ini anak muda Indonesia juga banyak yang tertarik untuk menguasai bahasa Isyarat, Panji melanjutkan hal ini lebih dikarenakan anak muda dalam hal ini milenial sangat tertarik untuk bergabung kepada kegiatan-kegiatan sosial yang sifatnya berkomunitas dan gerakan. Tidak lupa, dirinya pun mengajarkan bahasa Isyarat dasar kepada para peserta seminar Teman Tuli.

Sementara itu, salah satu panitia seminar, Muhammad Nur Huda mengatakan acara ini digelar untuk memotivasi mahasiswa khususnya yang memiliki kekurangan untuk melangkah dan menjalani hidup walaupun memiliki kekurangan.

“Jadi meskipun kita memiliki kekurangan dalam diri kita, bukan menjadi alasan kita untuk tidak berkembang dan putus asa, malah itu bisa menjadi cambuk dari diri kita untuk terus menjalani hidup,” ucapnya.

foto bersama

foto bersama

Huda berharap mahasiswa yang mengikuti acara seminar teman tuli ini mampu, mengimplementasikan sejumlah materi yang diberikan dalam seminar di kehidupan sehari-hari agar dapat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Mudah-mudahan kita semakin mengerti dan memahami teman-teman kita khususnya penyandang tuli, bagaimana kita bersikap dan menolog,” ucapnya.

Selain Panji, dalam seminar kali ini menghadirkan perwakilan Juru Bahasa Isyarat dan Dekan Fakultas Psikologi UEU, Dra. Sulis Mariyanti, M.Si, Psi. Para peserta dalam seminar ini berasal dari akademisi, mahasiswa dan Umum. (ras)