Project Description

Pengalaman Seru Octa Ridwan Pratama, Mahasiswa Psikologi Esa Unggul Menjadi Perwakilan Indonesia di YSS ASEAN VLDP & ASR 2019 – Malaysia

Octa Ridwan Pratama Saat Menyampaikan Speech

Esaunggul.ac.id, Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa Universitas Esa Unggul, kali ini Mahasiswa Psikologi UEU , Octa Ridwan Pratama, terpilih untuk menjadi salah satu kontingen Indonesia dalam program YSS Student Volunteer Mission yang diselenggarakan di Sarawak, Malaysia pada bulan Agustus 2019 lalu. Dalam program tersebut Octa melakukan sejumlah kegiatan seru bersama mahasiswa di negara-negara ASEAN lainnya, kegiatan tersebut berupa pengabdian kepada masyarakat di daerah Sarawak, Malaysia.

Selepas menjalani program YSS Student Volunteer Mission to Sarawak, Octa kembali diundang untuk mempresentasikan hasil yang didapatkan oleh dirinya bersama tim selama menjalani program tersebut dan program dalam mengabdi di negeri sendiri. Dalam acara YSS Asean Volunteer Leaderships Development Programme (VLDP) & Alumni Strategic Retreat (ASR) 2019 yang digelar di The Marriot Hotel, Putrajaya, Malaysia, pada 3 – 7 Desember 2019, Octa berkesempatan menjadi Pembicara mewakili kontingen Indonesia.

Dalam pemaparannya Octa mengatakan Dirinya bersama tim mempresentasikan Program kerja yang merujuk pada 17 global goals of SDGs (Sustainable Development Goals). Dirinya pun merasa bersyukur karena dirinya bersama timnya berhasil mempresentasikan program kerja selama YSS Student Volunteer berlangsung.

“Besyukur kami berhasil hingga sampai bisa mempresentasikannya pada seluruh perwakilan negara ASEAN yang hadir pada acara tersebut. Banyak kesan yang disampaikan bagus untuk semua program kami yang terbagi menjadi rata untuk semua kalangan jenis usia dan terutama berpacu pada SDGs tersebut,” ucapnya.

Memperkenalkan Tarian Ge Mu Fa Mi Re Kepada Kontingen Negara ASEAN

Selepas mempresentasikan sejumlah program yang dijalankan selama mengikuti YSS Student Volunteer, Octa bersama teman-teman kontingen Indonesia menampilkan kesenian asal Indonesia. Dalam hal ini, kesenian Tarilah yang dipilih oleh Kontingen Indonesia untuk diperkenalkan kepada seluruh kontingen negera-negara ASEAN.

Octa mengatakan pada acara tersebut Tarian yang mereka tampikan ialah tarian yang berasal dari daerah NTT (Nusa Tenggara Timur) yakni Tarian Ge Mu Fa Mi Re. Tidak disangka, lanjut Octa saat kontingen Indonesia menampikan tarian tersebut sorak-sorai penonton menikmati tarian mereka.

“Saat kami tampil semua penonton sontak berdiri dan ikut menari bersama. Tidak disangka bahwa mereka akan suka akan tarian “simple” yang kami bawakan tersebut. Sangat senang rasanya bisa menari dan menyanyi bersama,”

Tidak sampai di situ saja, lanjut Octa, Kontingen Indonesia pun berhasil mendapatkan best-performance dari penampilan Ge Mu Fa Mi re. “tak disangka-sangka kami berhasil mendapatkan best-performance, karena menghibur, yang terpenting sih, kami bisa bertukar budaya dengan kontingen negara-negara lain, disaat moment ini mata kami terbuka akan indahnya negara-negara ASEAN, karena Setiap negara menampilkan dan memberikan performance yang terbaik,” ujarnya.

Menjadi kenangan yang tidak terlupakan

Pada malam terakhir YSS Asean Volunteer Leaderships Development Programme (VLDP) & Alumni Strategic Retreat (ASR) 2019, diselenggarakan Gala Dinner yang bertemakan Safari Night serta ada pemilihan King & Queen. Octa mengatakan Indonesia berhasil mendapatkan posisi Queen yang diraih oleh Rachel. Dirinya pun merasa senang karena perwakilan Indonesia bisa memenangkan hasil voting dari semua teman-teman yang hadir pada malam itu.

Mahasiswa semester 6 ini pun mengatakan perjalanan dirinya mulai dari mengikuti YSS Student Volunteer Mission to Sarawak hingga acara YSS ASEAN VLDP & ASR 2019 merupakan pengalaman yang tidak dapat terlupakan dan menjadi pengalaman berharga bagi dirinya. Selain itu dirinya pun mendapatkan keluarga baru yakni dari teman-teman kontingen negara ASEAN.

“Jujur sedih akan malam itu, aku tahu bahwasanya ada pertemuan pasti akan ada perpisahan. Tetapi aku senang karena setelah ini, ketika saya ingin berlibur di setiap negara ASEAN. saya sudah memiliki keluarga yang bisa menemaniku hang-out dan mungkin bisa menjadi tour guide kelak,” ungkapnya.

Dirinya pun berharap YSS Asean Student Volunteer tahun depan akan kembali diikuti oleh mahasiswa Indonesia, khususnya mahasiswa Universitas Esa Unggul. Karena banyak pelajaran serta pengalaman yang akan didapatkan oleh mahasiswa UEU ketika mengikuti kegiatan tersebut. “Mudah-mudahan tahun depan ada mahasiswa Esa Unggul yang ikut di YSS Student Volunteer Mission karena banyak pengalaman seru yang tidak didapatkan hanya di bangku kuliah,” tutupnya